Pages

Rabu, 05 November 2014

Teman-Teman kecilku part 1

Malam dimana Imah benar-benar ingin lari kesuatu tempat, ia ingin meluapkan apa yang ada dalam fikirannya. Pada malam itu seusai kuis pada salah satu mata kuliah yang Imah tempuh ia segera menghampiri seorang yang bernama Ilym. Dia teman yang slalu setia bersama-sama, hingga untuk pulang mereka selalu bersama-sama.

"Lym, nanti pulang bareng kah? Tapi aku pengen mampir kesuatu tempat nih" ungkap Imah.
"Yauda terserah kamu, kalo mau duluan ya gapapa" ilym menjawab dengan nada yang sulit ia artikan.

Akhir-akhir ini sepertinya memang ada sesuatu yang terjadi namun imah tak kunjung menemukan apa yang sebenarnya terjadi dengan teman dekatnya itu, setiap kali di tanya mata ilym tidak tertuju padanya ekspresinya pun tak biasa. entah imah yang terlalu sensitif atau bagaimana , tapi imah mencoba bersikap seperti biasa walaupun sebenarnya ia sedang mempelajari sifat temannya yang satu ini. Sudah beberapa kali ini dia aneh, apa dia pernah berbuat salah dengan ilym? Semua tanya imah berterbangan di kepalanya.

Beberapa kali ia menanyakan ada apa dengan temannya itu namun tak ada jawaban yang benar-benar logis. Imah dulu pernah membiarkan dan menjaga jarak dengan temannya yang satu ini tapi yang diterima justru pertanyaan balik dari ilym "kamu kenapa mah?" imah sangat heran, "bukankah dia yg sepertinya tidak menginginkan ku ada didekatnya?  salahkah aku menghindar karna sikapnya yang seperti itu?" dan banyak pertanyaan dibatin imah. Jadi karna pengalaman itu kini imah tetap disampingnya namun hanya diam karena ia tetap tak mengerti harus bersikap seperti apa menanggapi keanehannya temannya ini.

Mereka menuju parkiran kampus, setelah keluar imah dan ilym bersama melajukan masing-masing kendaraannya.
"Kamu jadi bareng ?" ilym membuka pertanyaan 
"iya lym tapi ntar sampe delta kita mencar ya, aku mau mampir kesuatu tempat" jawab imah.
"Aku juga nih mau ketempat temenku"
"Okedeh"
Kemudian kedua gadis itu melaju dengan kendaraan mereka masing-masing, tapi beberapa meter setelah percakapan tadi ketika  dilampu merah pertama  ilym berkata
"Kita mencar disini aja yaa aku mau lewat sana aja "
"Oh iya lym hatihati yaa "
"Iya kamu juga"

Lalu mereka melesat ke dua arah yang berbeda. Setelah mereka berpisah, Imah mengencangkan laju kendaraannya dan berteriak, entah apa yang terjadi dengannya seketika ia ingin meluapkan sesuatu . Bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipinya, dengan kecepatan yang cukup tinggi ia ingin segera tiba ditaman itu. Taman yang sangat ingin ia kunjungi dimalam itu .. Malam dimusim kemarau namun terasa dingin dan mencekam baginya, ini waktunya dia benar-benar ingin sendiri..
-tobecontinue-

0 komentar:

Posting Komentar